JAKARTA - Indonesia masih saja dihadapkan dengan sederet masalah energi. Masalah terbesar terletak pada kilang minyak yang dimiliki PT Pertamina (Persero) yang sudah tua. Dengan demikian, hasil energi yang ditetapkan belum bisa menjawab tantangan zaman yang penuh polusi, yakni energi ramah lingkungan.
Nyatanya, kondisi kilang di Indonesia sudah berusia 20-30 tahun dengan spesifikasi rancang untuk mengolah minyak jenis sweet crude yang sulit didapat dan harganya juga mahal.
Di sisi lain, konsumsi bahan bakar saat ini tercatat 1,4 juta barel equivalen per hari. Suplai yang mampu dipenuhi hanya 680.000 sampai 700.000 ribu barel equivalen per hari. Sisanya dipenuhi melalui skema impor, sementara minyak impor memiliki jenis sour crude.
Baca Juga: Intip Strategi Korea Tingkatkan Kedaulatan Energi