JAKARTA - Proses pemungutan suara Pemilu 2019 baru saja berlangsung. Pemilu tahun ini berbeda dari biasanya, karena Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) berjalan bersamaan. Sayangnya, pemilu kali ini juga menyisakan duka.
Tak sedikit petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dikabarkan meninggal dunia. Menilik data Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga 23 April 2019, pukul 16.30 WIB, ada 119 petugas KPPS yang meninggal dunia. Kelelahan disebut-sebut sebagai pemicu kematian para petugas KPPS.
Tentu kasus tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua. Bekerja berlebihan rupanya punya efek negatif. Yuk, berikut adalah dampak negatif bila bekerja berlebihan yang dilansir dari CekAja.com:
Baca Juga: Chief Financial Officer Jadi Posisi Terpopuler Kartini Indonesia
Efek Kelelahan Bekerja
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan, terdapat banyak masalah kesehatan yang bisa timbul akibat kelelahan karena menanggung pekerjaan yang terlalu banyak. Masalah yang dimaksud yaitu risiko timbulnya penyakit kardiovaskular, gangguan muskuloskeletel, gangguan psikologis, bunuh diri, kanker, bisul, hingga gangguan fungsi kekebalan.
Bekerja terlalu lama juga memicu stres. Tingkat stres yang tinggi bisa membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Menurut para ahli, kondisi tersebut, meski sangat jarang, berpotensi sebabkan kematian.
Pada dasarnya, stres memengaruhi setiap orang dengan cara berbeda. Menurut Medical Director Stanford Cardiovascular Health Dr. Alan Yeung, terdapat dua jenis stres emosional yang dapat berdampak pada jantung.
Pertama yaitu stres akut yang biasanya terjadi secara tiba-tiba setelah kejadian traumatis, seperti kecelakaan mobil, gempa bumi. Kedua yaitu stres kronis yang menumpuk seiring waktu. Perilaku tidak sehat, seperti makan yang buruk, tidak olahraga, juga stres kronis karena bekerja berjam-jam, bisa meningkatkan tekanan darah atau kolesterol.
Nah, ketika seseorang menghadapi kedua jenis stres tersebut pada level tinggi, detak jantung dan tekanan darah mereka bisa meningkat. Kemudian menurut American Heart Association, gagal jantung dapat terjadi ketika jantung tidak memompa sebagaimana mestinya untuk memberikan jumlah darah kaya oksigen secara tepat ke sel-sel tubuh.