“Kita masih banyak kesempatan hilirisasi, industrialisasi, yang masih mentah-mentah banyak, kopi, hasil perkebunan pertanian itu banyak sekali, yang kita sudah mulai itu nikel sekarang sudah mulai setengah jadi, sebentar lagi barang jadi,” tutur Jokowi.
Sementara soal investasi, Mantan Walikota Solo ini menjabarkan, investasi ke depan akan berkonsentrasi dengan industri dan pariwisata. Adapun investasi pariwisata yang dimaksud adalah pembangunan 10 Bali baru.
“Infrastrukturnya mau kita kerjakan, sehingga orang dan investor tertarik menanamkan investasinya di situ. Kita konsentrasi di Mandalika, Toba, Borobudur, sama Labuan Bajo. Kita jadiin bener dan harus selesai. Insyaallah selesai,” kata dia.
Kendati neraca perdagangan masih defisit, Jokowi meyakini struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sudah membaik. Ditandai dengan mengecilnya defisit APBN dan keseimbangan primer yang positif.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)