Dengan demikian, laba kotor tumbuh 11,47% menjadi Rp4,92 triliun. Adapun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,36 triliun pada kuartal I-2019, tumbuh 24,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,89 triliun.
Baca Juga: Gudang Garam Bagikan Dividen Rp5 Triliun
Total aset perseroan per 31 Maret 2019 sebesar Rp65,66 triliun. Total liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp18,17 triliun dan Rp47,49 triliun.
Sebagai informasi, para analis memprediksi kinerja Gudang Garam di tahun ini masih tetap tumbuh dan bahkan melesat tajam dibandingkan tahun 2018. Menurut analis PT Samuel Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, ada dua katalis yang menyebabkan GGRM tumbuh di tahun ini. Pertama tidak adanya kenaikan cukai. Kedua penundaan penggabungan tier pengenaan cukai.
(Feby Novalius)