JAKARTA - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp26,20 triliun pada kuartal I-2019 atau tumbuh 19,18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp21,98 triliun.
Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.Demikian dikutip dari Harian Neraca, Kamis (2/5/2019).
Emiten produsen rokok ini membukukan pendapatan dari sigaret kretek mesin tumbuh 21,07% menjadi Rp23,93 triliun. Adapun, pendapatan sigaret kretek tangan tumbuh 3,48% menjadi Rp1,92 triliun.
Baca Juga: Bandar Udara Gudang Garam di Kediri Ditaksir Butuh Rp10 Triliun
Lebih lanjut, pendapatan kertas karton sebesar Rp258,57 miliar, diikuti rokok klobot sebesar Rp7,13 miliar, dan lainnya Rp82,77 miliar .Perseroan mencatat biaya pokok penjualan sebesar Rp21,28 triliun, tumbuh 21,12% secara tahunan.
Dengan demikian, laba kotor tumbuh 11,47% menjadi Rp4,92 triliun. Adapun, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,36 triliun pada kuartal I-2019, tumbuh 24,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,89 triliun.
Baca Juga: Gudang Garam Bagikan Dividen Rp5 Triliun
Total aset perseroan per 31 Maret 2019 sebesar Rp65,66 triliun. Total liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp18,17 triliun dan Rp47,49 triliun.
Sebagai informasi, para analis memprediksi kinerja Gudang Garam di tahun ini masih tetap tumbuh dan bahkan melesat tajam dibandingkan tahun 2018. Menurut analis PT Samuel Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, ada dua katalis yang menyebabkan GGRM tumbuh di tahun ini. Pertama tidak adanya kenaikan cukai. Kedua penundaan penggabungan tier pengenaan cukai.
(Feby Novalius)