Sektor IBS lain yang produksinya tumbuh pesat adalah industri minuman sebesar 24,8%, lalu disusul industri percetakan dan reproduksi media rekaman 21,44%, industri pengolahan tembakau 17,19%, dan industri furnitur 12,92%.
Airlangga optimistis kinerja industri tekstil dan produk tesktil serta industri makanan dan minuman mampu tumbuh tinggi pada semester I 2019. Lonjakan ini salah satunya ditopang oleh pertumbuhan konsumsi saat Pemilu 2019 dan bulan Ramadan. “Peningkatan terutama di pasar domestik seiring pelaksanaan pemilu kemarin dan menjelang datangnya bulan Ramadan,” imbuhnya.
Sementara itu, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) pada kuartal I-2019 naik 6,88% terhadap periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersebut juga meningkat 4,55% terhadap kuartal IV-2018.
Secara tahunan BPS mencatat, kenaikan IMK didorong oleh produksi industri percetakan dan reproduksi media rekaman sebesar 29,63%. Kemudian, produksi industri komputer, barang elektronika dan optik yang naik 15,76%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)