Nantinya ada enam set rangkaian kereta. Masing-masing rangkaian terdiri atas enam kereta. Jadi, total kereta yang akan dioperasikan dalam MRT Fase II sebanyak 36 kereta. Diharapkan Juli 2020 sudah bisa dilakukan pem buatan kereta oleh pemenang tender dengan waktu pengerjaan 54 bulan.
“Untuk dua paket ini, masih tahap penyusunan dokumen tender. Karena itu diperlukan segera keputusan atas lokasi depo MRT Fase II untuk finalisasi basic engineering design (BED) dan dokumen tendernya,” ungkap Silvia.
Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bidang Perkeretaapian Aditya Dwilaksana meminta PT MRT segera me nen tukan depo MRT Fase II, yang sebelumnya direncanakan di Kam pung Bandan, Jakarta Utara. Dia juga menyarankan pemerintah pusat, Pemprov DKI, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT MRT Jakarta duduk bersama menyelesaikan segala kendala pembangunan me - ngacu pada peraturan presiden, khususnya masalah penentuan lahan.
“Segera putuskan lahan depo. Kalau semakin jauh dari Kam pung Bandan akan berpengaruh terhadap biaya yang jelas bersumber dari anggaran negara dan daerah. Itu harus dipikirkan,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)