JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis neraca perdagangan April 2019. Diperkirakan neraca perdagangan akan defisit sebesar USD376 juta.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, defisit neraca perdagangan disebabkan laju impor yang diperkirakan tumbuh 4,5% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara laju bulanan ekspor diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 2,2% dibandingkan bulan sebelumnya.
"Jadi neraca perdagangan April diperkirakan defisit USD376 juta dibandingkan dua bulan sebelumnya yang berturut-turut mencatatkan surplus dengan total kumulatif USD870juta," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (15/5/2019).
Baca Juga: Presiden Ungkap 2 Kunci untuk Perbaiki Neraca Perdagangan, Apa Saja?
Dia melanjutkan, laju ekspor pada April diperkirakan menurun sebesar 5,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laju impor diperkirakan akan tercatat negati 12,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.