JAKARTA – Lantaran mengalami kenaikan harga di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Trisula Textile Industires Tbk (BELL) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (10/6)
Dilansir dari Harian Neraca, Selasa (11/6/2019), merespons hal tersebut, pihak BEI mengimbar investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas konfirmasi bursa. Selain itu, investor juga diminta mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi emiten tersebut.
Baca Juga: Perkuat Industri Tekstil, Investasi Sektor Bahan Baku Terus Dipacu
Sebagai informasi, pada perdagangan perdana Senin (10/6), saham BELL melesat 10,83%. Data perdagangan menunjukkan, pada penutupan sesi I, saham BELL naik 10,83% di level Rp665/saham dengan nilai transaksi Rp192,72 juta dan volume perdagangan 278.800 saham. Dalam sepekan terakhir perdagangan, saham BELL melesat 51,14% dan secara year to date atau tahun berjalan melonjak 177%.
Sepanjang tahun lalu, Trisula membukukan penjualan sebesar Rp561,37 miliar atau mencapai 116,40% dari target sebesar Rp482,27 miliar. Hasil penjualan tersebut naik 26% dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2017 sebesar Rp446,13 miliar. Kenaikan penjualan itu mendorong laba bersih perusahaan juga naik 61% menjadi Rp24,02 miliar dari realisasi laba bersih tahun 2017 sebesar Rp14,95 miliar.Adapun laba atribusi entitas induk juga naik 62% menjadi Rp21,44 miliar dari tahun sebelumnya Rp13,24 miliar.