Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp12 miliar. Karsongso Wongso Djaja, Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk pernah bilang, sumber dana belanja modal ini akan diperoleh dari internal perusahaan. Nantinya, BELL akan menggunakan belanja modal untuk melakukan investasi mesin weaving guna menciptakan produk yang lebih variatif, meningkatkan efisiensi, serta meningkatkan kualitas produk.
Baca Juga: Emiten Produsen Tekstil dan Garmen Optimistis Pendapatan Naik 10%
Dia mengatakan, perseroan akan menambah 12 mesin weaving, dengan begitu maka akan ada penambahan produksi 10.000 yard hingga 15.000 yard per bulan. BELL rencananya akan kembali menambah mesin pada tahun depan, hanya saja mereka belum menyebut jumlahnya.
Secara total, mereka menargetkan produksi sekitar 700.000 yard per bulan tumbuh 20% ketimbang tahun lalu. Sedangkan kapasitas terpasang saat ini 750.000 yard per bulan dan akan ditingkatkan menjadi 900.000 yard per bulan. Meski begitu, sambungnya, pada tahun ini mereka menargetkan pertumbuhan kinerja konservatif dengan perolehan target sebesar Rp589,44 miliar atau naik 5% dan membidik laba bersih tumbuh 7% menjadi Rp25,70 miliar pada 2019. “Saat ini target kita konservatif, tapi hasilnya bisa maksimal,”paparnya.
Dengan target tersebut, segmen usaha distribusi dan manufaktur masing-masing meningkat 5% sementara uniform berkontribusi 50% terhadap total penjualan. Sebagai informasi, kini BELL mempunyai total 6 distributor, 8 sub agen, dan 160 retailer. Selain itu mereka kini secara aktif mengikuti tender-tender di berbagai instansi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)