Satgas Pertamina pun terus meningkatkan pengawasan distribusi elpiji. Misalnya, pada Selasa 4 Juni 2019 dilaksanakan peninjauan ke tiga agen yang berada di Kabupaten Tanjung Pinang untuk memastikan kelancaran distribusi dan keamanan stok elpiji bersubsidi.
Baca Juga: Penumpang Kereta Melonjak 10% Selama Lebaran 2019
Satgas kembali menekankan pada pangkalan untuk tidak menjual elpiji 3 kg kepada pengecer. Serta membatasi pembelian elpiji bersubsidi dua tabung per KTP, untuk mengantisipasi pembelian berlebih oleh pengecer.
"Kami menghimbau agar warga tidak mudah termakan isu kelangkaan. Bila muncul isu kelangkaan, biasanya warga panik sehingga menumpuk stok elpiji melebihi kebutuhan. Penumpukan seperti ini yang biasanya memicu antrian di pangkalan ," tutur Roby.
Untuk memastikan dapat memenuhi kebutuhan elpiji bersubsidi, Pertamina juga mengantisipasi dengan memperkuat ketahanan stok elpiji. Rata-rata stok yang tersedia di Depot LPG Tanjung Uban, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 18 hari ke depan
(Feby Novalius)