Kemudian untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan tahun ini, emiten perunggasan ini mengalokasikan belanja modal sebesar Rp530 miliar. Nantinya, dari jumlah tersebut sebesar 50% nya akan digunakan untuk perkuat segmen pakan dengan pembangunan pabrik baru. Perseroan merencanakan bangun pabrik pakan baru di Lampung, Sumatra dengan memakan waktu hampir satu tahun.
Sementara itu, pada tahun depan, MAIN masih akan mengalokasikan dana sekitar Rp100 miliar pada capex 2020. Jadi untuk pembangunan pabrik pakan anyar MAIN menghabiskan dana Rp350 miliar. Disebutkan, kapasitas riil pabrik pakan itu sekitar 20.000 ton per hari. Dengan beroperasinya pabrik anyar, MAIN mendapatkan tambahan kapasitas 20% dari kapasitas terpasang.
Selain itu, perseroan juga akan membangun rumah potong ayam (RPA) dengan otomasi robotic dan silo jagung . Rencananya RPA akan mulai beroperasi pada tahun depan. Asal tahu saja, segmen penjualan Pakan Ternak, DOC, Ayam Pedaging masing-masing memberikan kontribusi sebesar 62%, 20%,dan 13%. Sementara itu, sisa 3% merupakan penjualan lainnya seperti penjualan daging olahan, telur, ayam afkir, dll. MAIN mencatatkan penjualan pada 2018 sebesar Rp6,7 triliun atau meningkat 23,2% dari tahun sebelumnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)