Baca Juga: MRT Jakarta Denda Rp500.000 bagi Penumpang Makan di Stasiun
Dia menuturkan pembangunan itu berasal dari pinjaman, lalu suntikan ekuitas dari pemerintah dan sisanya dari hasil pembangunan dan pengelolaan TOD di stasiun-stasiun MRT.
"Saat ini sudah ada dua pihak pemberi pinjaman yang sudah bertemu dengan kami (MRT Jakarta), yakni Asian Development Bank (ADB) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Kami juga membuka peluang untuk pihak pemberi pinjaman lainnya," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)