JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu penjelasan dari manajemen PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) terkait potensi default atau gagal bayar. Hal ini untuk mengetahui secara pasti kondisi keuangan perusahaan.
Seperti yang diketahui, Kawasan Industri Jababeka dalam kondisi keuangan yang terancam tidak mampu membayar utang.
Pertama yang dilihat materialitasnya, secara umum kami lakukan permintaan penjelasan (dari KIJA), kami ingin ada klarifikasi berita tersebut. Setelah itu kami masuk ke substansi untuk penyelesaian masalah," kata Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna.
Terlebih lagi, pihak otoritas pasar modal itu sudah melakukan suspensi sebab KIJA dinilai memiliki risiko besar tak mampu membayarkan utangnya dalam bentuk notes pada waktu dekat. Kondisi tersebut memungkinkan perseroan berada dalam keadaan lalai atau default.
Notes yang dimaksud adalah surat utang global yang diterbitkan oleh anak perusahaan KIJA, Jababeka International B.V. dengan nilai pokok USD300 juta.
Baca Selengkapnya: BEI Minta Klarifikasi Jababeka soal Potensi Gagal Bayar Utang
(Dani Jumadil Akhir)