Siapa Saja Perempuan Pengendali Perusahaan Raksasa Dunia? Ini Dia Orangnya

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 28 Juli 2019 10:41 WIB
Foto: Perempuan Hebat Pengendali Perusahaan Raksasa (Koran Sindo)
Share :

NEW YORK – Jangan lagi meremehkan sepak terjang perempuan di dunia bisnis. Betapa tidak, saat ini banyak perusahaan raksasa dunia, termasuk yang tertera dalam Fortune 500, ternyata dikendalikan kaum hawa. Jumlahnya dari tahun ke tahun semakin banyak. Mereka juga menentukan kebijakan strategis perusahaan seperti ekspansi dan akuisisi hingga perubahan arah bisnis.

“Kita melihat perempuan dan kaum minoritas di dewan direksi berbagai perusahaan besar menguat. Dewan direksi juga memiliki kesempatan untuk menentukan siapa yang menjadi CEO,” kata Lorraine Hariton, CEO Catalyst, firma konsultan dan penelitian nirlaba.

Pakar ketidaksetaraan gender Universitas Negeri Utah Christy Glass mengungkapkan lewat penelitiannya bersama Alison Cook bahwa ketika dewan direksi mampu berintegrasi dengan perempuan, kemungkinan akan semakin besar peluang perempuan ditunjuk sebagai CEO.

“Perlu penekanan terhadap dewan direksi perusahaan yang beragam. Itu akan memberikan kesempatan bagi banyak perempuan untuk dipilih sebagai CEO,” ungkapnya seperti dilansir Fortune.

Baca Juga: Daftar Kota Terbaik untuk Pengusaha Wanita, Siapa Juaranya?

Penelitian yang dilaksanakan Glass juga menunjukkan keberagaman dewan direksi dengan hadirnya perempuan sebenarnya bisa mendorong agar masa kerja jabatan CEO perempuan juga cukup panjang.

Saat ini masa kerja CEO perempuan di Fortune 500 lebih pendek daripada CEO laki-laki dengan perbandingan 42 bulan melawan 60 bulan. Tren menarik lainnya, banyak CEO perempuan adalah perempuan non-kulit putih. Misalnya CEO PensiCo Indra Nooyi merupakan warga AS keturunan India dan CEO PG&E Geisha Williams merupakan keturunan Amerika Latin.

Tapi Nooyi telah pensiun dan Williams telah hengkang karena krisis. CEO Bed Bath & Beyond Mary Winston merupakan eksekutif perempuan kulit hitam pertama yang masuk Fortune 500 sejak CEO Xerox Ursula Burns mengundurkan diri dua setengah tahun lalu.

Baca Juga: Rekor Tertinggi! 33 CEO Wanita Pimpin Perusahaan Dunia

“Perempuan yang bekerja di posisi direksi dan CEO akan memberikan perhatian pada kebijakan kesetaraan gender dan mempraktikkan di perusahaan,” ujar Glass.

Salah satu bonus pertumbuhan direksi dan CEO perempuan, menurut dia, adalah penekanan terhadap perekrutan karyawan dan pegawai dari berbagai latar belakang. Sementara itu dalam pandangan Amarendra Bhushan Dhiraj dari media CEO World, peningkatan jumlah CEO di Fortune 500 adalah kabar baik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya