Habiskan Rp200 Miliar, Gudang Garam Bangun Perusahaan Konstruksi

, Jurnalis
Selasa 30 Juli 2019 13:29 WIB
Infrastruktur
Share :

JAKARTA - Selain merencanakan membangun bandara di Kediri, emiten produsen rokok, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga mengembangkan bisnis di sektor konstruksi dengan mendirikan anak perusahan yakni PT Surya Kerta Agung yang berlokasi di Kediri.

“Pendirian perusahaan tidak memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,”kata Corporate Secretary Gudang Garam, Heru Budiman dalam siaran persnya di Jakarta.

 Baca juga: Gudang Garam Bukukan Laba Rp2,36 Triliun pada Kuartal I-2019

Disebutkan, perseroan bersama dengan PT Suryaduta Investama mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Surya Kerta Agung dengan modal dasar Rp200 miliar. Modal ditempatkan dam disetor sebesar Rp100 miliar atau sebanyak 100.000 saham dengan nilai nominal Rp1 juta per saham. GGRM memiliki saham sebanyak 99.999 saham atau setara dengan Rp99,99 miliar. Sementara itu, PT Suryaduta Investama memiliki saham sebanyak 1 saham atau setara dengan Rp1 juta.

 

PT Surya Kerta Agung bergerak di bidang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan dan perbaikan jalan, jalan raya dan jalan tol, jembatan dan jalan layang. Termasuk juga kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan penunjang, pelengkap dan perlengkapan jalan, jembatan dan jalan layang seperti pagar/tembok penahan, drainase jalan, marka jalan, dan rambu-rambu.

 Baca juga: Bandar Udara Gudang Garam di Kediri Ditaksir Butuh Rp10 Triliun

Asal tahu saja, GGRM menyebutkan pembangunan bandara terpadu di wilayah Kediri, Jawa Timur bukan merupakan bagian dari ekspansi bisnis. Namun tetapi investasi tersebut menelan dana cukup besar sebesar Rp 1,77 triliun. Saat ini, pembangunan bandara yang dilakukan anak usahanya, yaitu PT Suryo Dhoho Investama (SDHI) belum terealisasikan karena SDHI masih membutuhkan sekitar 25% lahan baru untuk menggenapi lahan seluas 1,25 ribu m2 yang sebelumnya dibeli SDHI dari PT Bukit Dhoho Indah (BDI) dan PT Puri Dhoho Kediri (PDK).

Kata Heru Budiman, saat ini SDHI tengah fokus untuk menyelesaikan target pembelian tanah yang masih kurang tersebut. Selain itu, SDHI juga akan berfokus pada pengurusan perizinan sehubungan dengan pembangunan bandara.“Saat ini pembelian tanah untuk pembangunan bandar udara oleh SDHI telah mencapai sekitar 75% dari keseluruhan kebutuhan untuk pembangunan bandar udara. SDHI masih terus melakukan pembelian tanah guna mencukupi kebutuhan tersebut,”ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya