Dalam kesempatan itu, Jonan juga menepis anggapan bahwa hal itu menjadi penyebab pengelolaan Blok Corridor menggunakan sistem transisi.
"Concern kami adalah produksinya bisa sesuai dengan yang direncanakan. Ini kan bukan keputusan politik. Kalau mau bikin plan semua tanda tangan kok," kata Jonan.
Pertamina kini memiliki hak partisipasi (participation interest) sebesar 30% untuk mengelola Blok Corridor, yang akan dimulai setelah 2023. Naik dari sebelumnya hanya 10%.
Ini merupakan langkah awal dari masa transisi pengelolaan blok migas tersebut yang akan jatuh ke Pertamina pada 2026.
(Dani Jumadil Akhir)