Bishow Parajuli, koordinator PBB di Zimbabwe mengatakan, "Sayangnya, keadaannya berubah dari krisis menjadi darurat yang sangat serius. Juga karena tantangan ekonomi yang dihadapi negara ini, warga kehilangan penghasilan mereka. Situasi ini sangat genting. Kami mengharapkan kemurahan hati komunitas internasional, membuat Zimbabwe lebih bergantung pada komunitas internasional," mengutip VoA Indonesia.
Ia mengatakan, Amerika, Inggris dan Uni Eropa telah memberikan banyak bantuan pangan pada masa lalu dan ia berharap, bantuan itu akan datang kembali pada masa depan.
Sayangnya, bantuan itu tidak dapat memastikan ibukota Harare dan kota-kota lainnya memiliki cukup persedian air minum yang layak. Dua waduk air di ibukota Harare dan lainnya telah mengering. Penjatahan air sudah mulai diberlakukan.
Krisis ekonomi juga menyebabkan kekurangan bahan kimia untuk mengolah air sehingga timbul kekhawatiran munculnya kolera lewat air yang terkontaminasi.
(Fakhri Rezy)