Perang Dagang Buat Nelayan Lobster AS Kehilangan Pasarnya

, Jurnalis
Senin 19 Agustus 2019 15:49 WIB
Lobster (Reuters)
Share :

NEW YORK - Tahun lalu China mengenakan tarif atas banyak jenis barang dan hasil pertanian Amerika, termasuk lobster atau udang karang yang sangat digemari di China.

Tarif itu merupakan pembalasan atas tarif yang dikenakan Amerika atas barang-barang buatan China. Pemerintahan Presiden Trump mengatakan China telah mengambil banyak keuntungan dari perdagangan yang tidak seimbang dengan Amerika.

 Baca juga: Perang Dagang AS-China Kian Sengit, Perusahaan Teknologi Kencangkan Ikat Pinggang

Mengutip laman VoA Indonesia, Jakarta, Senin (19/8/2019), lobster itu terutama dihasilkan oleh para nelayan di negara bagian Maine, di timur laut Amerika. Hanya dalam waktu satu tahun, penjualan lobster itu anjlok lebih dari 80 persen, sehingga perusahaan yang mengekspornya ke China terpaksa mencari pasaran baru.

 

Kini, lobster segar yang baru ditangkap, langsung diproses dan dikemas untuk dikirim ke-29 negara lainnya.

 Baca juga: Ini Dampaknya ke Indonesia Jika Mata Uang China Anjlok

“Kami harus mencari pelanggan baru di 29 negara itu untuk menggantikan hilangnya pasar China karena adanya tarif sebesar 25 persen yang dikenakan oleh pemerintah China," kata Sheila Adams, wakil kepala pemasaran lobster perusahaan Maine Coast.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya