Pasalnya, dalam beleid itu juga diatur mengenai Litbang Jirap (penelitian, pengkajian, dan penerapan teknologi) untuk menghasilkan inovasi dan invensi.
Menurutnya, salah satu penelitian yang kini berhasil dilakukan adalah penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan campuran bensin, solar, dan avtur. Saat ini pemerintah memang telah menerapkan mandatori B20, yaitu bahan bakar bercampur 20% biodiesel.
"Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun," ujar Nasir.
(Fakhri Rezy)