Kembangkan Riset dan Teknologi, Menristekdikti Ingin Indonesia Maju seperti Korsel

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Senin 26 Agustus 2019 11:07 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)
Share :

DENPASAR - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berupaya mendorong pengembangan riset dan teknologi di Indonesia, guna meningkatkan perekonomian. Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan, melalui pengembangan tersebut diharapkan Indonesia bisa menjadi seperti Korea Selatan.

"Mimpi kita bisa seperti Korea Selatan yang saat ini, baik dari segi kemajuan teknologi hingga kemajuan ekonominya. Semuanya itu diharapkan bisa kita capai," ujar dia saat rangkaian acara Hari Teknologi Nasional (Hakteknas) di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali.

 Baca juga: JK: Kecepatan dan Teknologi Kunci Sistem Pemerintahan

Dia menyatakan, upaya untuk mencapai kemajuan itu didukung dengan pembentukan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045. Di mana dalam rancangan itu ada 10 bidang riset yang menjadi fokus pemerintah kedepannya untuk membangun Indonesia.

 

Bidang pertama yakni bidang pangan dan pertanian. Hal ini diupayakan untuk bisa mendorong mewujudkan cita-cita Indonesia untuk melakukan swasembada pangan. Kedua, bidang kesehatan dan obat-obatan, yang memang mayoritas bahan bakunya merupakan impor.

 Baca juga: Soal Teknologi, JK: Kalau Tak Dimulai Ketinggalan Terus

"Sehingga ini harus kita kembangkan risetnya di bidang kesehatan dan obat-obatan agar mengurangi impor," kata dia.

Kemudian, di bidang Information technology (IT), yang kini menjadi tulang punggung dalam menghadapi revolusi industri 4.0. "Di mana perang dagang antara AS dan China saat ini juga menyangkut IT yakni 5G. Maka dengan melihat perkembangan IT ini, bagiaman kita bisa meresponsnya dengan baik," lanjutnya.

 Baca juga: Wamen ESDM Beberkan 3 Kunci Peningkatan SDM Sektor Kelistrikan

Lalu bidang ke empat yakni transportasi baik udara, laut, maupun darat. Ketiganya sedang didorong oleh pemerinyah, yakni membangun transportasi untuk antar pulau, pembuatan pesawat perintis N-219 yang dikembangkan Lapan bersama PT Dirgantara Indonesia, serta pembuatan motor listrik Gesits karta mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).

"Kelima adalah di bidang ilmu material yang di dalamnya berkaitan dengan nanoteknologi. Serta ke enam bidang teknologi pertahanan," imbuh dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya