Kemudian biaya logistik di Indonesia yang mahal dikisaran 22-24% terhadap PDB. Artinya seperempat biaya sebuah produk sudah habis untuk ongkir sendiri.
Infrastruktur industri masih tertinggal, belum proses bea cukai yang lama. Terakhir soal Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor manufaktur.
"Banyak investasi manufaktur yang potensial khususnya tekstil, elektronik dan otomotif. Tapi SDM kita hanya andalkan upah rendah. Padahal upah bukan faktor utama perusahaan lakukan relokasi industri. Karena SDM kita kurang kompetitif. Yang diajarkan di lembaga pendidikan tak nyambung sama kebutuhan rantai pasok global. Itu pekerjaan rumah (PR) yang perlu diperbaiki. Reformasi institusi pendidikan secara radikal yang diperlukan," pungkas dia.
(Feby Novalius)