JAKARTA - Apple Inc (AAPL.O) dan mitra manufaktur Foxconn Technology Co Ltd (2354.TW) pada hari Senin membantah tentang tuduhan penyimpangan dalam manajemen sumber daya manusia atas hak-hak pekerja. Namun, memang mengakui terlalu banyaknya pekerja magang di China.
Respon tersebut keluar setelah China Labor Watch mengeluarkan laporan panjang yang menuduh kedua perusahaan tersebut melanggar banyak undang-undang perburuhan China. Di mana undang-undang tersebut melarang staf magang melebih 10% dari total tenaga kerja.
Baca juga: Setelah Ditinggal Steve Jobs, Kini Giliran Kepala Desainer yang Pergi Dari Apple
Perusahaan teknologi AS, Apple, sangat bergantung pada Foxconn Taiwan dan fasilitas manufaktur China-nya untuk memproduksi perangkat seperti iPhone.