Menurut Bambang, dengan adanya ibu kota baru ini akan ada diversifikasi ekonomi. Salah satu yang memiliki potensi besar adalah pada sektor jasa pemerintahan.
Saat ini ekonomi Kalimantan masih tergantung pada sumber daya alam seperti batu bara, bauksit, hingga kelapa sawit. Namun sayangnya, komoditasi ini dijual kepada pasar masih dalam bentuk mentah.
“Dengan adanya ibu kota baru ada diversifikasi ekonomi. Dengan ibu kota baru maka jadi ada sektor jasa, yakni jasa pemerintahan,” jelasnya.
Menurut Bambang jika tak dipindahkan, maka ekonomi Kalimantan bisa semakin tengelam. Saat ini saja, Kalimantan merupakan pulau dengan pertumbuhan ekonomi paling rendah di antara pulau besar lainnya.
”(Dengan jadi) Ibu Kota baru maka tidak akan tenggelam karena akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Kalimantan saat ini kalah dengan Sumatera, Sulawesi, sama Jawa khususnya. Tentunya butuh energi baru untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Baca Juga: Ketika Miliarder Sukanto Tanoto Kuasai Lahan Ibu Kota Baru
(Rani Hardjanti)