JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan penelitian tentang tanaman yang potensial untuk menjadi bahan bakar. Setelah sebelumnya sukses meluncurkan B100 yang berasal dari kelapa sawit.
Melansir akun Instagram resmi Kementan, Jakarta, Sabtu (28/9/2019), ada sepuluh tanaman yang dinilai berpotensi untuk menjadi penghasil bahan bakar nabati.
Tanaman Aren (Arenga pinnata), memproduksi nira aren pada umur 6-12 berkisar 8-22 liter per pohon per hari. Untuk memperoleh 1 liter etanol (kadar alkohol 70-90%) dibutuhkan 20-25 liter nira aren segar.
Selain itu, terdapat Bunga Matahari (Helianthus annus L.) dengan produksi rata-rata tanaman ini sekitar 2,2 ton/ha untuk penanaman sepanjang musim dan 1,7 ton/hektar untuk penanaman 2 kali. Sementara itu, kadar minyaknya mencapai 25-50%.
Lalu ada tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) yang memiliki produksi rata-rata komoditas ini sebesar 1,6 ton/ha dengan kadar minyak 53-56%.
Adapula Kelapa (Cocos nucifera L.), daging buah ini merupakan salah satu sumber BBN yang diolah menjadi cocodiesel yang dapat secara langsung digunakan atau dicampur dengan solar. Nira dan air kelapa pun juga dapat dibuat bioetanol.
Sementara apabila Kemiri Sunan (Aleurites trisperma Blanco) dengan populasi 100 pohon/hektar, maka dapat dihasilkan sebanyak 25 ton biji kemiri sunan. Jumlah ini setara dengan 9.805 liter minyak kasar.
Baca Selengkapnya: Daftar Tanaman yang Bisa Jadi Bahan Bakar Nabati, Apa Saja?
(Rani Hardjanti)