"Pandangan yang berasal dari Republik Indonesia sebagai suatu kesatuan dan kepentingan yang harus disuarakan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga melantik dua pejabat di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yakni Kabul Wijayanto sebagai Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana, serta Sunari sebagai Direktur Penghimpunan Dana.
Baca juga: Kemenkeu Pastikan Tak Ada Tax Amnesty Jilid II
Dirinya menekankan peran penting BPDPKS untuk terus mendorong industri kelapa sawit di Indonesia semakin memiliki reputasi yang baik. Oleh karena itu, para direktur di BPDPKS harus dapat bekerja dan menciptakan strategi perencanaan pengelolaan dana yang baik agar lebih berdampak positif bagi kalangan luas.
“Bagaimana membuat industri kelapa sawit di Indonesia dan perkebunan kelapa sawit mampu membangun reputasi yang semakin baik di dunia internasional. Mampu dilihat sebagai suatu aktivitas ekonomi yang memberikan dampak positif bagi sosial ekonomi,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)