Impor daging sapi oleh Berdikari ini merupakan satu dari tiga perusahaan berplat merah yang mendapatkan izin impor dari pemerintah. Selain Berdikari yang mendapatkan kuota 10.000 ton, ada juga PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang mendapatkan kuota 10.000 ton dan Perum Bulog yang mendapatkan kuota sebanyak 30.000 ton.
"Kalau kami harus secepatnya karena costumer kami sudah menunggu. Targetnya kami Insya Allah sampai akhir tahun Bedikari bisa penuhi impor," kata Eko.
Dia menyatakan, daging-daging yang sudah dipesan itu akan dipasok untuk industri menengah ke bawah dan hotel, restoran, katering (horeka). "Industri menengah kebawah itu dipakai untuk jadi bakso, sosis, dan sebagainya," katanya.
Eko juga mengatakan dari 10.000 ton daging sapi tersebut, sebanyak 500 ton akan diolah oleh Bedikari sedangkan sisanya disitribusikan. Pengolahan ini nantinya akan dilakukan Bedikari dengan menjalin kemitraan. "Jadi enggak semuanya ke distributor," tutupnya.
(Dani Jumadil Akhir)