JAKARTA - Pabrik automotif Volkswagen telah menghentikan investasi yang direncanakan USD1,4 miliar di Turki. Hal ini sebagai akibat dari ofensif militer negara itu di Suriah.
Pembuat mobil terbesar di dunia yang mengoperasikan 122 pabrik produksi di seluruh dunia itu telah bersiap untuk mengambil keputusan akhir tentang pabrik yang direncanakan untuk provinsi Manisa Barat. Mereka mengaku sedang memantau situasi dengan hati-hati dan khawatir tentang perkembangan saat ini.
Baca juga: Memacu Visi Pemimpin Daerah Menuju Kedigdayaan Investasi
Melansir CNN, Jakarta, Rabu (16/10/2019), penanaman 1,3 miliar euro (USD1,4 miliar) dilaporkan dijadwalkan untuk memproduksi Passat dan Skoda Superb Volkswagen (VLKAF). Grup Volkswagen sudah memiliki satu pabrik di Turki yang memproduksi kendaraan komersial untuk anak perusahaannya.
Sementara itu, Turki melancarkan invasi pekan lalu di wilayah Suriah Utara yang dikuasai oleh Kurdi, etnis minoritas yang sejak lama bersekutu dengan Amerika Serikat yang memainkan peran utama dalam perang melawan ISIS. Kanselir Jerman Angela Merkel telah meminta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk mengakhiri ofensif. Melalui alasan risiko konsekuensi kemanusiaan yang serius dan kebangkitan oleh ISIS.