JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% dari proyeksi yang dikeluarkan pada Juli lalu. Dengan revisi tersebut, maka diperkirakan ekonomi global hanya mampu tumbuh 3% di tahun 2019.
Terkait hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa pihaknya berharap situasi itu tidak membuat target pertumbuhan ekonomi (PE), Indonesia terkoreksi, paling tidak masih diharapkan dikisaran 5%.
Baca juga; Peluang Investasi di Tengah Perang Dagang
"Kita tetap berharap PE masih 5% lah, boleh lah ya," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (16/10/2019) malam.
Menurut dia, kondisi tersebut memang akan memberi pengaruh buat Indonesia tapi tidak signifikan. Sebab dampak perlambatan ekonomi dunia ke tiap-tiap negara tidak sama, bahkan antara China dan Indonesia pun berbeda.
Baca juga: IMF Proyeksi Ekonomi Global 2019 di 3%, Paling Lambat Sejak Krisis 2008-2009
"Memang ada pengaruhnya tapi tidak terlalu besar ke kita. Kita lihat China karena perang dagang pertumbuhan ekonomi dia 1,5 tahun turun hampir 8% sekarang tinggal 6%, kita dari 5,2% menjadi 5%," ungkap dia.
Namun, lanjut dia, kecilnya pengaruh perlambatan ekonomi dunia ke Indonesia bukan berarti membuat optimis. Keadaan saat ini memang tengah dibayang-bayangi ketidakoptimisan.
"Situasinya memang tidak optimis. Cuma tinggal dampaknya ke setiap negara. Di mana kita dagangnya dengan AS, China dan Jepang, tiga tiganya itu terpengaruh," pungkas dia.
(Angelina M Donna Ariyanti)