JAKARTA - Mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa data lahan sawah yang diolah Badan Pusat Statistik bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA) sangat tidak akurat. Hal itu, dia sampaikan saat serah terima jabatan Menteri Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, hari ini.
"Jadi, saya mau sampaikan sekarang. Pasalnya kalau saya sampaikan sebelumnya takut gaduh. Setelah dicek ulang, ketidakakuratan data lahan sawah yang dikeluarkan BPS mencapai 92%," ujar Amran dilokasi, Jumat (25/10/2019).
Baca Juga: Tarif Batas Atas Turun, Tiket Pesawat Sumbang Deflasi 0,04%
Menurut dia, data pangan yang ada dengan teknologi tinggi itu salah. Dan dengan citra satelit itu salah. Hal tersebut harus diperbaiki.
"Dengan kesalahan data luas sawah, maka kuota subsidi pupuk akan berkurang hingga 600 ribu ton," ungkap dia.