Maka itu, lanjut dia hal itu yang akan membuat banyak petani tidak bisa mengakses pupuk sehingga membuat produksi turun.
"Apabila produksi turun akhirnya impor masuk. Jadi data itu ada dua. Ada data pertanian ada data mafia," pungkas dia.
Sebelumnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang bersama Badan Pusat Statistik telah mengeluarkan data luas baku sawah terbaru yang dihimpun dengan metode kerangka sampel area (KSA). Pada data terbaru itu disebutkan luas baku sawah di Tanah Air hanya 7,1 juta hektare (ha), jauh di bawah data luas sawah lama yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, 8,1 juta ha.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)