Pesawat tersebut diperkirakan yang dapat mengangkut enam penumpang dalam perjalanan 90 menit ke tepi ruang angkasa. Tiketnya pun dibanderol USD250.000 atau Rp3,505 miliar per orang, dengan 603 orang telah membayar deposit untuk penerbangan pertama Virgin Galactic.
Perusahaan mengharapkan untuk memulai operasi komersial tahun depan dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan pada 2021. Whitesides mencatat bahwa ia dan istrinya membeli tiket penerbangan sebelum menjadi CEO.
Sementara desain pesawat ruang angkasa Virgin Galactic saat ini tidak mampu melakukan perjalanan hipersonik. Perusahaan tengah mengembangkan kendaraan yang dapat terbang lima kali kecepatan suara dari satu tujuan ke tujuan lain.
Unit usaha Boeing, HorizonX, mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mereka menginvestasikan USD20 juta di Virgin Galactic, untuk membantu mengembangkan teknologi yang dibutuhkan.
Kapitalis ventura Chamath Palihapitiya berharap akan membutuhkan Virgin Galactic antara lima hingga sepuluh tahun untuk membuktikan teknologinya, dan jika berhasil maka pesawat ruang angkasa hipersonik akan membuka pasar berkali-kali lebih menguntungkan daripada pariwisata ruang angkasa.
"Apa yang kami beli adalah bisnis pariwisata luar angkasa dengan margin sangat tinggi, sangat menguntungkan, sangat menguntungkan tempat kami dapat mengambil sebagian keuntungan untuk beralih pada gagasan lain ini," jelas Palihapitiya.
(Feby Novalius)