JAKARTA - Kopi menjadi salah satu minuman yang tengah populer saat ini. Tak bisa dipungkiri, kedai kopi banyak bermunculan di berbagai tempat, mulai dari kota besar hingga ke daerah kecil.
Apalagi, kopi tidak mengenal tempat. Semua orang bisa ngopi di tempat mahal seperti Starbucks hingga tempat murah seperti di warung kopi. Namun, ada pula kedai kopi yang menyediakan kopi dengan harga standar seperti Kopi Kenangan serta Janji Jiwa.
Baca Juga: Dorong Potensi Kopi Dalam Negeri, Pemerintah Revitalisasi BLK di Lampung Barat
Rupanya, di balik gemarnya masyarakat Indonesia minum kopi dan maraknya bisnis kopi saat ini, Indonesia merupakan salah satu produsen biji kopi terbesar di dunia. Bahkan, Indonesia menjadi produsen kopi keempat terbesar di dunia. Hal ini ditunjukkan oleh Kementerian Perindustrian melalui akun resminya di Instagram.
"Dibalik banyaknya kedai kopi kekinian yang bermunculan di Indonesia, ternyata negara kita merupakan produsen biji kopi terbesar keempat di dunia dengan sentra produksi kopi yang tersebar dari Aceh sampai Papua," tulis @kemenperin_ri di Instagram, Rabu (30/10/2019).
Dalam postingan tersebut, ditunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara sebagai produsen kopi terbesar di dunia keempat. Indonesia membuntuti Brazil, Vietnam, serta Kolombia yang masing-masing berada di peringkat 1, 2, 3.
Selain itu, dengan didorong oleh pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup, kinerja industri pengolahan kopi dalam negeri mengalami peningkatan yang signifikan.
Pasalnya, Indonesia memiliki rata-rata produksi sebesar 700 ribu ton per tahun. Produksi sebanyak ratu ribuan ton tersebut merupakan hasil dari sentra-sentra produksi kopi Indonesia yang tersebar dari Aceh hingga Papua, seperti Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Bali, serta Sulawesi Selatan.
Dari sekian banyaknya produksi kopi Indonesia, produk olahan kopi juga banyak diekspor ke berbagai negara. Tercatat, tahun lalu keuntungan yang diperoleh dari ekspor kopi sebanyak USD579,98 juta.
Yang lebih menariknya lagi, dari keuntungan ekspor kopi tahun 2018 yang sebanyak USD579,98 juta tersebut, Indonesia mendapatkan surplus perdagangan sebesar USD420 juta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)