Kemudian, terkait evaluasi perjanjian perdagangan antar negara dilihat mana yang ternyata tidak menguntungkan untuk ekspor Indonesia. Sehingga bisa kembali dilakukan negosiasi untuk merevisi perjanjian tersebut. Dalam hal ini, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
"Terutama seperti perjanjian perdagangan internasional terkait sawit. Padahal sawit sangat potensial (ekspornya) tapi ada diskriminatif, maka di sini lah gunanya untuk dilakukan negosiasi, baik juga dilakukan (pengenalan terkait kelapa sawit) di acara roadshow atau trade show," katanya.
Sekedar diketahui, pemerintah memang berencana menyelipkan isu kelapa sawit dalam event Hannover Messe 2020, ajang pameran teknologi manufaktur terbesar dunia. Indonesia merupakan official partner country atau negara mitra resmi Hannover Messe 2020 yang akan berlangsung di Jerman.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)