JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut industri manufaktur besar cenderung tumbuh melambat pada kuartal III-2019. Hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan industri manufaktur besar yang hanya tumbuh 4,35% atau turun 5,04% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Para Menteri, Bos BI hingga Gubernur Ngumpul Bareng Bereskan Defisit Transaksi Berjalan
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ini tidak terlepas dari faktor eksternal alias global. Asal tahu saja saat ini kondisi perekonomian global masih dalam kondisi tidak pasti yang disebabkan beberapa hal dari mulai perang dagang hingga ancaman resesi
"Perekonomian tidak mudah, ekonomi global melemah. Masih ada perang dagang, harga komoditas fluktuatif, dan itu semua akan berpengaruh," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Baca Juga: Dorong Industri Manufaktur, BI dan Pemerintah Siapkan 6 Strategi
Pria yang kerap disapa Kecuk menambahkan, ada beberapa jenis industri yang mengalami penurunan produksi. Seperti misalnya industri barang logam bukan mesin dan peralatannya yang penurunanya mencapai 22,95%
Tak hanya itu, produksi indstri karet dan plastik juga mengalami penurunan produksi sebesar 16,63%. Kemudian disusul oleh industri mesin dan perlengkapan yang turun sebesar 12,75%.