JAKARTA - Arab Saudi sedang mengalami transformasi besar-besaran di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang berniat mengakhiri obsesi kerajaan terhadap pendapatan minyak.
Kini negara Raja Minyak itu membuka diri di bidang ekonomi. Ada juga beberapa reformasi sosial seperti kebebasan bagi perempuan.
Baca Juga: IPO Saudi Aramco Desember 2019, Jadi Terbesar di Dunia
Inisiatif ekonomi paling ambisius dari putra mahkota sejauh ini adalah mendorong perusahaan negara Aramco menuju debut pasar saham. Setelah bertahun-tahun penundaan, akhirnya titik terang tersebut diumumkan pada Minggu 3 November 2019. Melansir AFP, Jakarta, Rabu (7/11/2019), berikut ini selengkapnya.
1. Mengapa IPO Sangat Penting?
Penjualan sebagian Aramco membentuk dasar rencana perubahan haluan Putra Mahkota Mohammed untuk Arab Saudi. Ukuran daftar tetap telah beredar, tetapi awalnya diharapkan dapat menghasilkan sebanyak USD100 miliar.
Target tersebut, berdasarkan nilai perusahaan yang sekarang sebesar USD2 triliun terlihat tidak realistis. Target itu mungkin tidak tercapai, walaupun kemungkinan akan menjadi penawaran pasar saham terbesar sepanjang masa.
Uang tersebut digunakan untuk mendanai proyek-proyek besar seperti NEOM. NEOM adalah kota besar futuristik senilai USD500 miliar direncanakan di pantai Laut Merah utara, yang menurut para pejabat akan memiliki taksi terbang dan robot yang bisa berbicara.
Dengan tidak ada daftar asing yang direncanakan saat ini, putra mahkota akan mengandalkan miliarder Saudi untuk sangat mendukung penawaran, dan perwakilan kerajaan dilaporkan mengunjungi pusat modal untuk membujuk para investor.