JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,02% (year on year/yoy) di kuartal III-2019. Mengalami perlambatan dibandingkan kuartal III-2018 yang mencapai 5,17% yoy, maupun dari kuartal II-2019 yang sebesar 5,05% yoy.
Salah satu komponen pengeluaran yang mengalami perlambatan pertumbuhan yakni investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang hanya tumbuh 4,21% yoy. Padahal pada kuartal III-2018 mampu tumbuh 6,96% yoy.
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02%, Wamenkeu: Bukan Pertumbuhan yang Rendah
Mayoritas komponen investasi memang mengalami perlambatan. Salah satunya, investasi produk kekayaan intelektual yang turun 4,14% yoy, padahal pada kuartal III-2018 yang mampu tumbuh 1,48%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati menyatakan, penyebab turunnya pertumbuhan investasi produk kekayaan intelektual adalah meningkatnya perangkat lunak atau software untuk menonton film secara streaming.
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02%, Pengusaha Pikir-Pikir untuk Ekspansi
Era digitalisasi saat ini memang banyak platform yang menawarkan menonton secara streaming. Sementara film lulus sensor yang tayang di bioskop turun tajam hingga 45% yoy.
"Produk kekayaan intelektual menurun itu terkait software yang meningkat, sedangkan film yang lulus sensor itu turun 45%," katanya dalam acara workshop statistik di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Padahal, lanjut Sri, BPS hanya memperhitungkan film lulus sensor di bioskop untuk masuk dalam komponen PMTB. Sedangkan, film-film yang ditayangkan melalui software atau platform hingga saat ini tidak masuk dalam penghitungan PMTB oleh BPS.