"Saya perintahkan Pak Mendag untuk secara khusus menugaskan Wamen, Bu Menlu juga menugaskan khusus Wamen agar perjanjian perdagangan dengan negara-negara potensial yang jadi tujuan ekspor kita segera bisa kita selesaikan. Kedua juga peningkatan ekspor pada pasar-pasar nontradisional yang selama ini belum kita perhatikan. Terutama di Afrika, Asia Selatan dan juga di kawasan-kawasan Indo pasifik," jelas Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memerintahkan Kabinet Indonesia Maju tersebut gencar melakukan promosi ke luar negeri tentang berbagai komoditas Indonesia, inventasi, hingga ke sektor pariwisata. Promosi itu, sambung Jokowi, harus dilakukan secara maksimal guna menguatkan brand Indonesia di mata dunia.
"Saya ingatkan yang dulu-dulu pameran hanya menghabiskan anggaran. Pameran di sebuah expo besar tetapi stand kita ada di dekat toilet jangan diulangi lagi, sudah itu distop. Lebih baik nggak usah pameran kalau yang ada seperti itu. Kalau mau pameran yang gede sekalian disiapkan setahun sebelumnya secara baik. Sehingga saat pameran betul-betul menguatkan brand image Indonesia baik pembeli maupun wisatawan yang ingin datang ke negara kita," sambungnya.
"Yang terakhir saya minta juga penguatan SDM secara besar-besaran dalam memperkuat ekspansi dan ekspor di sektor jasa. Jangan lupa kita punya unicorn, decacorn yang juga merambah ke luar negeri," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)