NEW YORK - Harga minyak melemah pada Kamis (14/11/2019) waktu setempat. Hal ini dikarenakan harga minyak tertekan oleh peningkatan persediaan domestik AS dan rekor produksinya.
Namun, penurunan harga minyak dibatasi oleh perkiraan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk harga yang lebih rendah dari- surplus minyak yang diharapkan.
Baca juga: Harga Minyak Melemah Imbas Ketidakpastian Kesepakatan AS-China
Mengutip Reuters, New York, Jumat (15/11/2019), minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 9 sen ke USD62,28 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate ditutup turun 35 sen keUSD56,77 per barel.
Pasokan minyak mentah AS naik hingga 2,2 juta barel. Administrasi Informasi Energi mengatakan, kenaikan 1,649 juta barel melebihi perkiraan dari para analis.
Baca juga: Harga Minyak Naik 1% di Akhir Pekan
"Ini benar-benar tentang laporan inventaris hari ini," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.
"Membangun pasokan minyak mentah sedikit mengecewakan," tambahnya.
Produksi minyak mentah naik 200.000 barel per hari (bph) ke rekor mingguan 12,8 juta barel per hari, EIA mengatakan dalam laporan mingguannya tertunda sehari oleh hari libur Hari Veteran A.S.
Baca juga: Harga Minyak Anjlok Imbas Ditundanya Kesepakatan Dagang AS-China
Hitungan rig AS telah turun selama tiga minggu terakhir berturut-turut. Angka-angka terbaru akan dirilis pada hari Jumat pukul 1 malam.
Sebelumnya, pasar naik sekitar 1% setelah OPEC menunjuk surplus minyak mentah global yang lebih kecil tahun depan meskipun masih memperkirakan permintaannya akan turun karena saingan memompa lebih banyak.