"Jadi, kami Punya 4 segmen, korporasi, komersil, SMI dan konsumer. Tapi paling banyak itu dari korporasi dan dari konsumer. Di mana konsumer paling besar morgaget, kalau korporasi KPR," ungkap dia.
Dia menambahkan, berbagai proyek pembangunan infrastuktur yang sedang pemerintah jalankan juga menjadi pendorong pembiayaan syariah. "Terbesar dari transportasi dan tenaga listrik," pungkas dia.
Sebelumnya, hingga kuartal III-2019 kredit yang disalurkan CIMB Niaga juga masih tumbuh 4,9% (yoy) menjadi Rp191,7 triliun, terutama dikontribusi oleh pertumbuhan pada kredit Korporasi, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Kartu Kredit, masing-masing sebesar 8,3%, 12,6%, dan 11,3% (yoy). Sementara, Kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tumbuh sebesar 4,1% (yoy).
(Fakhri Rezy)