JAKARTA - Ekspor menjadi salah satu andalan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia selain investasi. Jenis ekspornya pun dari berbagai sektor, mulai dari tekstil, pertanian, hingga kelautan.
Namun, khusus ekspor perikanan dan kelautan hampir dapat dipastikan bahwa nilai ekspor kelautan tahun ini tidak akan tercapai. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Ekspor kita tahun ini kan targetnya USD5,5 miliar, cuma mungkin tercapainya hanya sekitar USD4,8 sampai USD5 miliar," ujar Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Machmud di Monas, Jakarta, Minggu (24/11/2019).
Baca Juga: Ekspor Perikanan Indonesia Melonjak 24% di Semester I-2019
Kementerian yang dipimpin Edhy Prabowo ini juga merincikan apa-apa saja yang masuk ke dalam ekspor kelautan tersebut, seperti ekspor yang berbentuk produk dan berupa bahan baku.
"Dari segi jumlah, produk itu sekitar 1,2 juta ton. Kalau bahan baku mungkin sekitar 2 kali lipat jadi 2,5 juta ton," sebutnya.
"Produk itu ada yang dibuat beku, kupas, sashimi, loin. Soalnya kan itu tidak semua daging. Loin itu udah bentuk daging, ada yang kupas untuk udang, itu totalnya sekitar 1,2 juta ton. Kalau bahan baku kan utuh, ikan utuhnya sekitar 2,5 juta ton," tambah Machmud.