Pada ekspor perdana 120 unit Isuzu Tagra ke Filipina ini, pihak PT IAMI menargetkan untuk dapat mengekspor hingga 6.000 unit sampai akhir tahun 2020. Filipina menjadi negara pertama yang menjadi tujuan ekspor tersebut.
IAMI berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor hingga lebih dari 20 negara. Tidak hanya menyasar ekspor untuk pasar di wilayah Asia Tenggara saja, tapi juga merambah ke Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.
"Tadi disampaikan oleh Bapak Prijono (Presdir Astra), Pak, tahun ini hanya satu negara. Hanya satu negara, tapi dalam tiga tahun ke depan akan masuk ke 20 negara baik itu di Afrika, baik itu di Asia Timur, baik itu di Timur Tengah. Ini yang diharapkan oleh pemerintah," kata Presiden.
Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Presiden, sepanjang 2019 sektor automotif Indonesia membukukan angka ekspor kurang lebih 300 ribu unit ke negara-negara lain. Di tahun 2024 mendatang, Kepala Negara memberikan target agar industri automotif Indonesia mampu membukukan ekspor sebanyak 1 juta unit.
"Saya minta sampaikan kepada seluruh keluarga besar automotif, tahun 2024 minimal 1 juta unit harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana enggak mau tahu, yang jelas sekarang Pak Prijono (Prijono Sugiarto, Presdir PT Isuzu Astra Motor) sudah salaman dengan Menko Perkonomian dan Menteri Perindustrian, berarti sangat serius. Kalau sekarang USD8 miliar berarti 3 kali lipat USD24 miliar harus keluar dari ekspor automotif kita,” tegas Presien Jokowi.