Mentan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian dan Sapi Kupang

Adi Rianghepat, Jurnalis
Sabtu 14 Desember 2019 20:04 WIB
Mentan Lepas Ekspor di Pelabuhan Tenau Kupang. (Foto: Okezone.com)
Share :

KUPANG - Kementerian Pertanian (Kememtan) dan Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen menjalankan gerakan tiga kali ekspor (Gratieks). Hal ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman tentang peningkatan populasi dan produksi dalam rangka percepatan ekspor komoditi peternakan antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Gubernur Provinsi NTT.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kesepakatan ini didasari adanya keinginan bersama dengan mensinergikan potensi, tugas, fungsi dan kewenangan dan program yang ada.

Baca Juga: Targetkan Rp336 Triliun, Jokowi Bidik Ekspor Automotif ke Asia Timur

"Kita sepakat bekerjasama untuk mewujudkan peningkatan populasi dan produksi dalam rangka ekspor komoditi peternakan. Apalagi NTT merupakan salah satu lumbung ternak sapi Nasional dan Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah penyuplai terbesar kebutuhan protein hewani," kata Syahrul, setelah melepas Ekspor Komoditi Pertanian dan Pengiriman Sapi dari NTT dengan Tol Laut serta Penyerahan Bantuan kepada Petani NTT 2020, di Pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Sabtu (14/12/2019).

Kebutuhan daging sapi nasional menurut Syahrul, sangat tinggi sehingga memerlukan dukungan dari daerah-daerah penghasil ternak sapi, dalam upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan untuk komoditas daging sapi.

Upaya ini tidak sebatas hanya pada kemampuan dalam menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakatnya saja tetapi juga harus disertai dengan peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat yang berbasis sumber daya lokal.

Baca Juga: Targetkan Ekspor 1 Juta Mobil, Jokowi: Caranya Gimana Enggak Mau Tahu!

“Kita perlu menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki termasuk kontribusi daerah dalam pembangunan peternakan," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Kementan menegaskan komitmen NTT untuk mampu meningkatkan produksi komoditas peternakan antara lain sapi potong dan unggas minimal 7% per tahun yang artinya terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja subsektor peternakan dan kesehatan hewan.

"Kami mendukung pembangunan pertanian di NTT. Oleh karena itu, sarana prasarana dan pengembangan komoditas menjadi prioritas. Tapi harus sesuai dengan agroklimat dan ekosistem agar bisa berkembang," ujar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya