JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyelenggarakan pertemuan dengan pemangku kepentingan (stakeholder) di sektor pendidikan serta bisnis kelautan dan perikanan. Hal ini dimaksudkan mendorong kemajuan dan pertambahkan nilai dari produk-produk di sektor kelautan dan perikanan
Baca Juga: Fakta Edhy Prabowo Jadi Menteri KKP, Bukan Ahli Perikanan hingga Siap Mundur
Menariknya dalam kesempatan itu, melalui sebuah pantun, Edhy memulai sambutannya dengan mengajak setiap peserta yang hadir untuk gemar makan ikan dan menjadi pengusaha di sektor kelautan dan perikanan.
“Main gitar di Kampung Rambutan. Kalau mau pintar makanlah ikan. Buah srikaya diganti buah anggur, kalau mau kaya jadilah entrepreneur (pengusaha),” ucapnya yang langsung disambut tawa peserta di Gedung Mina Bahari 3 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (16/12/2019).
Baca Juga: Target Ekspor Laut Tahun Depan Naik, Intip Produk-Produk Andalannya
Menurutnya, tantangan terbesar untuk menjadi seorang pengusaha adalah bagaimana mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui potensi yang dimiliki Indonesia. Dia bilang, di sektor kelautan dan perikanan, Indonesia unggul karena memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia.
Sayangnya, potensi itu belum dimanfaatkan secara maksimal. Edhy menyebut, hanya berkisar 10% dari garis pantai dalam negeri yang dimanfaatkan sumber dayanya.
“Dari data laporan saya, itu baru 10% saja panjang pantai yang dimanfaatkan, itu pun saya yakin belum optimal,” katanya.
Oleh sebab itu, Edhy meminta seluruh pihak mau mengembangkan industri kelautan dan perikanan di Tanah Air. Dia bilang, jika ada persoalan yang menghambat pelaku usaha, pemerintah akan menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada.
"Tapi kalau memang permasalahannya itu ada di KKP, saya jamin tidak akan sulit, saya akan permudah," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)