Tak hanya itu, Kemenhub juga meminta para pengendara untuk tidak memacu kecepatan kendaraan melewati batas maksimal 80 kilometer (Km) per jam saat melewati jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek. Pasalnya, ada sejumlah kontur jalan di ruas tol tersebut belum sempurna.
Menurut Budi Setiyadi, orang di dalam kendaraan yang melintasi expansion joint masih bisa merasakan getaran. Tingkat getaran hampir mirip seperti melintasi polisi tidur di jalan-jalan kampung.
“Kenapa tak boleh di atas 80km/jam, karena ada yang namanya expansion joint, sambungan yang belum begitu bagus. Jadi bisa ada lompatan sedikit yang cukup berbahaya,” ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)