JAKARTA – 2019 merupakan tahun yang cukup gemilang bagi ratusan miliarder di dunia. Sebab, data Bloomberg menyebutkan kekayaan 500 miliarder di dunia naik 25%.
Tapi untuk miliarder di beberapa negara tahun 2019 adalah sebuah tantangan. Orang kaya di Amerika Serikat semakin bersaing ketat untuk masuk dalam jajaran miliarder. Sementara miliarder di Hong Kong dipusingkan oleh kisruh politik selama berbulan-bulan.
Baca Juga: 20 Miliarder India, dari Pengusaha Migas sampai Pedagang Obat
Melansir businessinsider, ada beberapa perubahan yang terjadi di kalangan elit sepanjang 2019. Berikut rinciannya:
1. Jajaran milarder menyusut
Pendiri WeWork dan SmileDirectClub kehilangan status miliardernya pada tahun 2019. Hal yang sama terjadi juga pada Pendiri Forever 21 dan RyanAir yang kekayaan bersihnya terus menurun selama beberapa tahun.
2. Beberapa nama miliarder baru muncul
Kylie Jenner menjad miliarder termuda di dunia pada bulan Maret. Dia membangun bisnis senilai Rp16,8 triliun (USD1,2 miliar dengan kurs Rp14.000/USD).
Musisi Jay-Z mengantongi kekayaan bersih Rp14 triliun yang setara dengan USD1 triliun dengan kurs Rp14.000 per USD.
3. Miliarder semakin dipaksa untuk bersaing
Pada 2018, ketimpangan pendapatan di AS mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari setengah abad. Ketimpangan terjadi karena mereka yang sangat kaya sebenarnya hanya membayar pajak sedikit, kata analisis data pajak oleh University of California di Berkeley's Emmanuel Saez dan Gabriel Zucman.
4. 2019 bukan tahun terbaik untuk miliarder China
Nasib Amerika dan Prancis pada Bloomberg Billionaires Index melampaui yang China pada paruh pertama tahun 2019, Business Insider sebelumnya melaporkan kekayaan bersih miliarder China hanya tumbuh 15%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)