Meski begitu, Pandu tetap optimis industri penerbangan tetap akan berkembang. Ini bisa dilihat dari tinggginya jumlah penumpang selama libur natal dan tahun baru. Apalagi banyak pihak yang ingin mengembangkan industri penerbangan.
Saat ini, Angkasa Pura sudah mengembangkan terminal penumpang dari kapasitas 1,8 juta, menjadi 25 juta penumpang pertahun. Dan sekarang mampu menangkap peluang penerbangan yang di dunia. Dan ini merupakan terobosan PT Angkasa Pura I karena bandara ini alat produksi.
Sementara di YIA, akan mampu menangkap peluang yang lebih besar. Bandara yang terletak di Kulonprogo ini memiliki runway yang lebih panjang dan kapasitas penumpang lebih besar. Jika tidak ada perubahan pada bulan April nanti bandara ini sudah full operational dan beberapa penerbangan di Adisutjipto akan dipindahkan.
(Dani Jumadil Akhir)