Usai pelepasan ekspor dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi budidaya sidat di Bomo, Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Agus yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ekspor perdana awal tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan ekspor dan mencapai target ekspor nasional 2020 sebesar USD 6,47 miliar.
“KKP terus mendorong Unit Pengolahan Ikan seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan kinerjanya untuk meningkatkan ekspor,” tutur Agus Suherman.
Sebagaimana diketahui, produk perikanan merupakan salah satu sektor andalan ekspor Indonesia untuk mengurangi defisit neraca perdagangan luar negeri. Ekspor produk perikanan mempunyai kapasitas daya ungkit yang tinggi dalam peningkatan kesejahteraan nelayan, pengolah, dan pembudi daya ikan.
Ini diamini oleh Bupati Azwar Anas. Kata dia, di tengah kerja keras pemerintah dalam mengurangi necara defisit transaksi berjalan, awal tahun ini PT. Japfa mampu melakukan ekspor. “Ini adalah angin segar di awal tahun. Kami atas nama pemerintah daerah berterima kasih kepada PT. Japfa karena telah bekerja dengan baik," ujarnya.
Kepala Akuakultur PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Ardi Budiono menambahkan, KKP terus melakukan komunikasi dan sinergi dengan Kementerian/Lembaga, Perwakilan RI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/kota dalam rangka mempercepat pencapaian target ekspor ikan nasional. KKP juga terus mendorong dan memfasilitasi penetrasi pasar, baik pasar tradisional (Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa) maupun ke pasar nontradisional seperti pasar Timur Tengah, baik melalui penanganan hambatan ekspor, perundingan penurunan hambatan tarif impor di negara mitra, pameran, misi dagang dan lain-lain.
"Pelepasan ekspor ini merupakan bentuk konsistensi PT. Japfa dalam mendukung ekspor di berbagai komoditas, dimana awal tahun ini PT. Japfa kembali mengawalinya dengan mengekspor produk budidaya perikanan. Hal ini tidak terlepas dari upaya PT. Japfa dalam mendukung program pemerintah meningkatkan devisa negara demi terciptanya kesejahteraan bersama," ujar Ardi Budiono.
Sebagai informasi, tahun 2019 lalu, komposisi ekspor produk perikanan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (PT Suri Tani Pemuka) terdiri dari 86.6% produk akuakultur dan 13.4% dari produk unggas. Kegiatan ekspor tersebut akan memberikan penyerapan tenaga kerja dan akan memberikan efek pada kesejahteraan karyawan serta masyarakat luas yang memasok segala hal yang terkait dengan ekspor antara lain kebutuhan pasokan barang dan jasa pendukung, freight fowarding dan jasa logistik lainnya.
(Fakhri Rezy)