JAKARTA –Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan revitalisasi terhadap empat pasar tradisional di Indonesia. Pasar rakyat tersebut berada di Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.
Pasar pertama yang menjadi perhatian pemerintah ialah Pasar Pariaman. Pasar yang terletak di Kota Pariaman, Sumatera Barat ini memiliki konsep menggunakan Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang terdiri dari empat lantai dengan konstruksi tahan gempa.
Pasar Pariaman ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat aktivitas transaksi jual beli antara pedagang dan pembeli, tetapi juga berguna sebagai tsunami shelter.
Baca Juga: Habiskan Rp150 Miliar, Pasar Johar Kini Siap Dihuni 4.000 Pedagang
“Kedua, Pasar Kaliwungu di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dengan melakukan pembangunan kembali dengan desain yang lebih baik karena pada 2017 pernah terbakar. Adapun fasilitas yang akan ada ialah kios pasar di lantai satu dan dua, pembangunan los pasar, pembangunan pagar, ps jaga, pacing, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pekerjaan Alat Pemadam Api (APAR), pekerjaan ground tank, serta penampungan air hujan,” tulis Kementerian PUPR melalui akun Instagram resminya @kemenpupr, Kamis (23/1/2020).
Selanjutnya revitalisasi pasar yang bertujuan untuk mendukung kegiatan perekonomian masyarakat melalu Direktorat Jenderal Cipta Karya ini juga melakukan pembangunan kembali Pasar Klewer Timur. Pasar yang berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah ini akan dibangun kembali dengan karakter pasar ramah lingkungan. Kemudian konstruksi bangunan akan ada 3 lantai vertikal ke bawah, terdiri dari 2 lantai di bawah tanah dan 1 lantai di permukaan.
Baca Juga: Canggihnya Pasar 'Becek' di Hangzhou, Ber-AC dan Bayar Pakai Aplikasi
“Terakhir ialah revitalisasi Pasar Sukawati di Kabupaten Gianyar, Bali. Dengan karakter pasar yang populer bagi wisatawan domestik maupun mancanegara karena banyak menjual kerajinan tangan karya seni dengan harga terjangkau,” sambung Kementerian yang dipimpin Menteri Basuki Hadimuljono ini.
Nantinya Pasar Sukawati ini akan memiliki konstruksi Blok A yang terdiri dari 1 basement dan 4 lantai dan Blok B yang terdiri dari 1 basement dan 3 lantai. “Blok A akan memiliki jumlah los sebanyak 785 unit dan kapasitas parkir 24 mobil. Sedangkan Blok B memiliki jumlah kios sebanyak 24 unit dengan kapasitas parkir 51 mobul,” kata Kementerian PUPR.