JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pentingnya peran administrasi pabean dalam isu perdagangan antar negara. Hal ini diungkapkannya saat memimpin apel memperingati Hari Pabean Internasional (HPI) Ke-68 di Kantor Pusat Ditjen Bea Cukai.
Menyusul tema Hari Pabean Internasional (HPI) yang berbunyi “Customs fostering Sustainability for People, Prosperity and the Planet”, Sri Mulyani mengharapkan jajaran Bea Cukai dapat lebih paham dengan arti keberlanjutan, keamanan dan inklusivitas.
"Jajaran Bea Cukai diharapkan makin memahami dan memastikan apa arti sustainability, security dan inclusivity di dalam interaksi antarnegara terutama dalam era globalisasi," tulis Sri Mulyani dalam akun instagramnya, Jakarta, Rabu (29/1/2020).
Bea Cukai sebagai lembaga pelayanan masyarakat dalam bidang kepabeanan dan cukai juga dikatakan harus bisa memperkuat peningkatan kesejahteraan manusia dan keberadaan planet yang menjadi tempat hidup bersama secara berlanjut.
Hal ini kemudian yang melatarbelakangi Sri Mulyani dalam menegaskan peran penting yang dimiliki administrasi pabean. Administrasi pabean dinilainya memiliki peran kunci dalam melaksanakan peraturan yang berkaitan dengan isu sosial dan juga isu perdagangan yang menyangkut perdagangan antarnegara.
Selain itu juga Sri mengkategorikan kontribusi administrasi pabean terhadap sustainability sebagai pelayanan masyarakat yang diwujudnyatakan dengan membangun masyarakat untuk memiliki kegiatan ekonomi secara nyaman dan memberi kesejahteraan. Sri kemudian menyampaikan keikutsertaannya dalam peresmian CEISA Command Center dan pelaksanaan video conference dengan satuan kerja Bea Cukai di daerah.
"Saya berharap dengan CEISA Command Center, Bea Cukai dapat lebih responsif memahami kebutuhan dan memformulasikan langkah yang tepat untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh stakeholders," tutupnya.
(Dani Jumadil Akhir)